BTN Terbitkan Obligasi Senilai Rp 2 Triliun
Jakarta, Media Sinar Timur.Com
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menerbitkan obligasi perseroan berkelanjutan tahap I sebesar Rp 2 triliun. Penerbitan obligasi ini merupakan tindak lanjut rencana bisnis bank milik negara tersebut di 2012 yang sebagian besar akan digunakan untuk pendanaan kredit serta membayar obligasi yang jatuh tempo tahun ini sekitar Rp 300 miliar.
“Obligasi ini tahapan pertama dari total Rp 4 triliun yang direncanakan, sekarang tahap pertama Rp 2 triliun dan sisanya Rp 2 triliun tergantung kondisi pasar jika memungkinkan,” kata Dirut BTN Iqbal Latanro seusai paparan publik penerbitan obligasi, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/5).
Penerbitan obligasi tersebut melalui penjamin pelaksana emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities dan PT CIMB Securities Indonesia. Obligasi ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap dan telah mendapatkan peringkat dari dua lembaga pemeringkat yaitu Fitch Ratings Indonesia dan Pefindo dengan hasil pemeringkatan AA dari Fitch dan idAA dari Pefindo.
Iqbal mengatakan, hasil penerbitan obligasi ini sebagian besar untuk pendanaan penyaluran kredit yang ekspansinya terus meningkat dan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 4 triliun-Rp 5 triliun setiap bulan.
“Dana dari obligasi ini akan memperbaiki struktur pendanaan BTN sehingga meluruskan ‘mismatch’ pendanaan BTN untuk mendukung bisnis inti BTN, khususnya untuk memperoleh dana jangka panjang,” katanya.
BTN menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini sebesar 26 persen, yang membutuhkan pendanaan sekitar Rp 31 triliun dan akan dihimpun dari berbagai sumber seperti penerbitan obligasi Rp 4 triliun, repo tagihan Rp1 triliun, dana dari rights issue Rp 2 triliun – Rp 3 triliun serta angsuran pinjaman Rp 11 triliun – Rp 12 triliun dan sisanya dari dana masyarakat.
Kupon dari obligasi ini ditawarkan di kisaran 7,25 – 8 persen, yang, menurut Iqbal, sudah mempertimbangkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang bisa mempengaruhi laju inflasi.(edwin/pr)
Berita terkait :
- Pemerintah Alokasikan Rp.20 Triliun untuk KUR Dibaca :364Jakarta, Sinar Timur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa pemerintah pada 2011 telah mengalokasikan anggaran senilai Rp20 triliun untuk...
- DBS Group Akuisisi Danamon Rp45,2 Triliun Dibaca :276Jakarta, Media Sinar Timur.Com Bank terbesar di Asia Tenggara yang berbasis di Singapura, DBS Group Holdings Ltd (DBS), mengambil...
- Bank Umum di Capai Rp 25,9 Triliun Dibaca :559Padang, Media Sinar Timur.Com Deputi Pemimpin Bank Indonesia M Emil Akbar dalam laporan tertulis tentang kajian ekonomi regional di...
- Bulan Desember Uang Beredar Diperkirakan Capai Rp48,4 Triliun Dibaca :379Jakarta, Media Sinar Timur.Com Bank Indonesia (BI) memproyeksikan peredaran uang selama bulan Desember 2011 secara total akan mencapai sekitar...







